BioAgar (TCA & TCA+ Agar)

BioAgar adalah produk agar kultur jaringan tanaman yang diproduksi oleh PT Agarindo Bogatama, salah satu produsen agar-agar terkemuka di Indonesia. Seri agar khusus kultur jaringan ini dikenal dengan label TCA (Tissue Culture Agar) dan TCA+, yang diformulasikan secara khusus untuk kebutuhan mikropropagasi tanaman.

Agar — yang berasal dari rumput laut merah — berfungsi sebagai agen pembentuk gel untuk memadatkan media kultur. BioAgar TCA/TCA+ menghasilkan gel yang jernih, bersih, dan stabil, dengan tingkat kemurnian tinggi sehingga tidak menghambat pertumbuhan eksplan in vitro. Sejak tahun 1988, Agarindo telah memproduksi agar berkualitas ekspor, dengan sekitar 30% produksinya dikirim ke pasar internasional seperti Jepang dan Amerika Serikat — menunjukkan standar mutu yang tinggi dan konsisten.

Seri TCA menjadi alternatif premium buatan Indonesia yang mampu bersaing dengan produk impor, dengan kekuatan gel, kejernihan, dan konsistensi yang sangat baik untuk aplikasi kultur jaringan tanaman.

Fitur / Spesifikasi Produk

1. Kekuatan Gel Tinggi (High Gel Strength)

  • Membentuk gel yang kokoh pada konsentrasi penggunaan umum (~0,7–1,0% b/v atau ±7–10 g/L).

  • Memberikan struktur semi-padat yang stabil untuk menopang jaringan tanaman tanpa penggunaan agar berlebih.

  • Varian TCA+ diduga memiliki kekuatan gel atau kejernihan yang lebih tinggi dibanding TCA standar.

2. Kejernihan & Kemurnian Tinggi

  • Menghasilkan gel bening dan tidak berwarna, memudahkan observasi eksplan serta deteksi kontaminasi.

  • Telah dimurnikan untuk menghilangkan pigmen dan residu organik.

  • Minim zat penghambat pertumbuhan atau nutrien mikroba yang dapat memicu kontaminasi.

  • Mendukung pertumbuhan eksplan sensitif dengan risiko toksisitas yang rendah.

3. Konsistensi Antar Batch

  • Diproduksi dengan sistem kontrol kualitas ketat untuk memastikan suhu leleh, suhu gelasi, dan kekuatan gel yang stabil di setiap batch.

  • PT Agarindo Bogatama menerapkan standar mutu dan sertifikasi seperti Halal, Kosher, dan HACCP, menandakan kepatuhan terhadap standar keamanan dan kualitas internasional.

4. Format & Karakteristik Fisik

  • Berbentuk bubuk halus berwarna putih.

  • Larut saat dipanaskan (titik leleh ±85°C).

  • Membentuk gel saat didinginkan (sekitar 35–40°C).

  • Umumnya tersedia dalam kemasan 500 g atau 1 kg.

  • Mudah ditambahkan langsung ke formulasi media sebelum proses sterilisasi.

5. Perbedaan TCA dan TCA+

  • TCA: Standar agar kultur jaringan dengan performa stabil untuk aplikasi umum mikropropagasi.

  • TCA+: Formulasi peningkatan, kemungkinan dengan gel strength lebih tinggi atau kejernihan lebih optimal.

  • Potensi penggunaan konsentrasi lebih rendah untuk hasil kekerasan gel yang sama, sehingga lebih ekonomis untuk produksi skala besar atau riset presisi tinggi.

Penggunaan & Aplikasi

BioAgar TCA dan TCA+ digunakan untuk memadatkan media kultur jaringan tanaman di laboratorium riset maupun fasilitas produksi komersial.

Aplikasi Umum:

  • Media induksi kalus

  • Media multiplikasi tunas

  • Media perakaran

  • Media perkecambahan biji (misalnya anggrek)

  • Kultur embrio dan kultur meristem

Sebagai contoh, dalam perbanyakan in vitro kelapa sawit, pisang, jati, anggrek, atau tanaman hortikultura lainnya, laboratorium biasanya menambahkan ±7–8 g/L agar TCA ke dalam media dasar seperti MS (Murashige & Skoog). Agar akan:

  • Menopang eksplan secara stabil

  • Menahan distribusi nutrisi dan hormon secara merata

  • Menyediakan lingkungan semi-padat yang optimal untuk pertumbuhan

Selain produksi komersial, universitas dan lembaga penelitian juga menggunakan TCA untuk eksperimen fisiologi tanaman, pengujian kesehatan benih, maupun kultur patogen tanaman.

BioAgar TCA dan TCA+ merupakan solusi agar kultur jaringan berkualitas tinggi yang diproduksi di dalam negeri dengan standar ekspor internasional. Dengan kekuatan gel tinggi, kejernihan optimal, dan konsistensi batch yang terjamin, produk ini mendukung keberhasilan propagasi massal tanaman di sektor hortikultura, perkebunan, hingga kehutanan.

Sebagai alternatif premium terhadap agar impor, BioAgar memberikan kombinasi kualitas, efisiensi biaya, dan ketersediaan lokal yang sangat menguntungkan bagi laboratorium kultur jaringan di Indonesia.

Katalog Produk