Plant Cell Technology – PPM (Plant Preservative Mixture)

Plant Cell Technology menghadirkan Plant Preservative Mixture (PPM™), suatu biocide/fungisida spektrum luas yang diformulasikan secara khusus untuk aplikasi kultur jaringan tanaman. PPM dikenal secara internasional sebagai solusi efektif terhadap permasalahan kontaminasi mikroba yang persisten dalam kultur sel dan jaringan tanaman.

Produk ini dirancang agar bersifat heat-stable dan kompatibel dengan jaringan tanaman, sehingga dapat diautoklaf bersama media kultur tanpa menurunkan efektivitasnya maupun menghambat perkecambahan dan perkembangan tanaman pada dosis yang direkomendasikan. Dengan menambahkan PPM ke dalam media kultur, laboratorium dapat secara signifikan menekan kerugian akibat kontaminasi bakteri dan jamur — baik yang berasal dari udara, air, maupun kontaminan endofitik — tanpa ketergantungan pada antibiotik atau proses subkultur berulang. Hal ini menjadikan PPM sebagai alternatif modern dan praktis dalam strategi pengendalian kontaminasi mikropropagasi.

Fitur / Spesifikasi Produk

1. Antimikroba Spektrum Luas

  • Efektif terhadap berbagai bakteri dan jamur umum penyebab kontaminasi kultur tanaman.

  • Menghambat perkecambahan spora jamur serta pertumbuhan mikroorganisme udara dan air.

  • Melindungi eksplan, kalus, dan kultur regenerasi dari infeksi mikroba.

2. Tahan Panas & Dapat Diautoklaf

  • Stabil pada proses sterilisasi 121°C.

  • Dapat dicampurkan langsung ke media sebelum autoklaf, memastikan distribusi merata dalam media padat maupun cair.

  • Tidak memerlukan proses filtrasi steril terpisah.

3. Aman bagi Tanaman pada Dosis Optimal

  • Digunakan pada konsentrasi umum 0,05–0,2% (v/v) dalam media.

  • Tidak menghambat perkecambahan biji, proliferasi kalus, maupun regenerasi tunas dan akar in vitro.

  • Tidak mengubah profil genetik tanaman hasil kultur, sehingga aman untuk penggunaan rutin.

4. Alternatif Lebih Ekonomis

  • Lebih hemat biaya dibandingkan antibiotik khusus kultur jaringan.

  • Mengurangi kebutuhan tindakan korektif akibat kontaminasi berulang.

  • Memiliki masa simpan panjang dan stabilitas efektivitas tinggi.

5. Fleksibilitas Aplikasi

  • Dapat ditambahkan langsung ke media sebagai perlindungan preventif.

  • Dapat digunakan dalam konsentrasi lebih tinggi sebagai larutan perendaman eksplan untuk mengatasi kontaminasi endofitik sebelum inokulasi.

  • Rekomendasi umum: ±0,05–0,1% untuk tanaman herba dan ±0,2% untuk tanaman berkayu.

Penggunaan & Aplikasi

PPM digunakan secara luas di laboratorium kultur jaringan tanaman untuk mengurangi insiden kontaminasi pada kultur anggrek, tanaman obat, hortikultura, dan komoditas pangan. Dengan penambahan PPM dalam media, laboratorium — baik skala universitas, komersial, maupun skala kecil — dapat mempertahankan kultur yang lebih bersih dan stabil.

Produk ini sangat bermanfaat pada:

  • Eksplan bernilai tinggi atau sulit diperoleh

  • Kultur dengan pertumbuhan lambat

  • Tahap inisiasi kultur yang rentan kontaminasi

  • Proyek penelitian yang memerlukan konsistensi tinggi

Dengan kombinasi teknik aseptik yang baik dan penggunaan PPM, tingkat keberhasilan inisiasi serta pemeliharaan kultur meningkat secara signifikan, sekaligus mengurangi kehilangan material tanaman.

Plant Preservative Mixture (PPM™) berfungsi sebagai sistem perlindungan preventif dalam kultur jaringan tanaman — memberikan pengendalian mikroba yang efektif tanpa mengganggu pertumbuhan tanaman. Mudah digunakan, ekonomis, dan aman bagi jaringan tanaman, PPM menjadi solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan operasional laboratorium kultur jaringan modern.

Katalog Produk