SETIS – Temporary Immersion Bioreactor Systems

SETIS™ merupakan platform bioreaktor Temporary Immersion System (TIS) yang mutakhir untuk mikropropagasi tanaman. Sistem ini dikembangkan untuk mengoptimalkan produksi tanaman in vitro dalam skala besar melalui otomatisasi proses perendaman jaringan tanaman secara periodik dalam media nutrisi cair.

Bioreaktor SETIS terdiri dari dua wadah yang saling terhubung, yaitu wadah kultur di bagian atas dan wadah media di bagian bawah. Sistem ini menggunakan tekanan udara untuk memindahkan media cair naik dan turun, sehingga jaringan tanaman secara berkala terendam dalam media nutrisi dan kemudian dikeringkan kembali.

Pendekatan ini memberikan kultur tanaman akses nutrisi secara periodik sekaligus aerasi yang optimal, sehingga menggabungkan keunggulan media cair (penyerapan nutrisi yang lebih baik) dengan manfaat aerasi dari pertumbuhan pada media padat.

Bioreaktor SETIS merupakan sistem yang telah distandarisasi dan siap digunakan (ready-to-use). Setiap unit dilengkapi dengan seluruh komponen yang diperlukan seperti filter udara, konektor, dan fitting, sehingga laboratorium dapat dengan mudah mengimplementasikan proses mikropropagasi otomatis dalam skala besar.

Platform SETIS dikenal mampu meningkatkan tingkat multiplikasi dan produksi biomassa berbagai spesies tanaman secara signifikan, sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja dibandingkan metode kultur semi-solid tradisional.

Fitur / Spesifikasi Produk

1. Desain Bioreaktor Dua Wadah (Twin-Vessel Design)

Setiap unit bioreaktor SETIS memiliki:

  • Wadah kultur (atas) berkapasitas 5,6 liter sebagai tempat pertumbuhan jaringan tanaman.

  • Wadah media (bawah) berkapasitas 4 liter untuk menampung media nutrisi cair.

Kedua wadah dibuat dari material polycarbonate transparan yang kuat dan tahan lama, sehingga memudahkan observasi kultur selama proses berlangsung.

Selain itu, wadah dilengkapi dengan bukaan leher lebar (80 mm dan 50 mm) untuk memudahkan akses, sterilisasi, dan pembersihan.

Dimensi sistem yang relatif kompak (tinggi sekitar 30 cm) memungkinkan penempatan banyak unit dalam rak kultur laboratorium.

2. Siklus Perendaman Otomatis (Automated Immersion Cycles)

SETIS menggunakan tekanan udara terkompresi untuk mendorong media nutrisi dari wadah bawah ke wadah kultur di atas, sehingga tanaman terendam dalam media selama periode tertentu.

Setelah tekanan udara dilepaskan, media akan mengalir kembali ke wadah bawah secara gravitasi, sehingga tanaman kembali berada dalam kondisi aerasi.

Contoh siklus operasional:

  • Perendaman selama 5 menit

  • Dilakukan setiap 2 jam

Durasi dan frekuensi siklus dapat disesuaikan sesuai kebutuhan spesies tanaman.

Beberapa unit SETIS juga dapat dioperasikan secara bersamaan menggunakan satu sistem suplai udara dengan manifold dan valve.

Desain sistem memastikan media dapat terdrain secara sempurna, sehingga tanaman tidak terendam secara terus-menerus.

3. Kapasitas Kultur Tinggi

Berkat efisiensi sistem perendaman, setiap bioreaktor dapat menampung jumlah eksplan atau plantlet yang jauh lebih banyak dibandingkan metode konvensional, yaitu sekitar:

300 – 1200 plantlet per unit, tergantung jenis dan ukuran tanaman.

Wadah kultur memiliki permukaan dasar seluas 432 cm², memungkinkan distribusi tanaman yang merata.

Kepadatan kultur yang tinggi ini secara signifikan meningkatkan output produksi per unit area dibandingkan penggunaan botol atau tabung kultur tradisional.

4. Pertumbuhan dan Multiplikasi Lebih Optimal

Teknologi TIS pada SETIS menghasilkan laju multiplikasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan media padat.

Selama fase perendaman:

  • Nutrisi dan plant growth regulators (PGR) bersentuhan langsung dengan jaringan tanaman

  • Penyerapan nutrisi menjadi lebih merata dan efisien

Selama fase aerasi:

  • Kultur mendapatkan pertukaran gas (O₂ dan CO₂) yang lebih baik

  • Risiko hyperhydricity dapat dikurangi

Siklus ini menghasilkan tunas yang lebih kuat dan sehat, serta dapat memperpendek waktu subkultur sehingga memungkinkan lebih banyak siklus produksi dalam satu tahun.

Penelitian menunjukkan bahwa TIS menghasilkan proliferasi tunas yang jauh lebih tinggi pada tanaman seperti:

  • Pisang

  • Nanas

  • Tanaman ornamental

  • Tanaman hortikultura lainnya

5. Efisiensi Tenaga Kerja dan Biaya Produksi

Penggunaan bioreaktor SETIS secara signifikan mengurangi kebutuhan pekerjaan manual, karena:

  • Tidak memerlukan agen pengental seperti agar

  • Tidak perlu persiapan media gel

  • Tidak memerlukan pemindahan tanaman secara rutin

Media dapat diganti dengan mudah melalui wadah media bagian bawah, tanpa harus memindahkan setiap tanaman secara individual.

Selain itu:

  • Sistem dapat digunakan berulang kali

  • Seluruh komponen dapat disterilisasi dengan autoklaf

  • Tidak memiliki tubing internal sehingga lebih mudah dibersihkan

Penggunaan media cair juga membantu mengurangi biaya bahan baku, khususnya agar dan beberapa nutrisi.

Lingkungan kultur yang lebih terkontrol juga menghasilkan kualitas plantlet yang lebih konsisten, sehingga meningkatkan tingkat keberhasilan pada tahap aklimatisasi.

Penggunaan & Aplikasi

Bioreaktor SETIS digunakan di laboratorium penelitian maupun fasilitas produksi komersial untuk propagasi tanaman secara massal melalui teknik kultur jaringan.

Tanaman dengan permintaan tinggi dan kebutuhan perbanyakan cepat sangat cocok menggunakan sistem TIS, seperti:

  • Pisang

  • Kentang

  • Tebu

  • Nanas

  • Tanaman hortikultura ornamental

  • Tanaman obat

Sebagai contoh, ribuan plantlet pisang dapat diproduksi dalam rangkaian bioreaktor SETIS dengan penanganan yang jauh lebih sedikit dibandingkan metode agar.

Eksplan dapat diinisiasi terlebih dahulu, kemudian melalui siklus perendaman untuk menghasilkan banyak tunas, yang selanjutnya dapat diakar pada bioreaktor yang sama atau pada unit lainnya.

Spesies tanaman berkayu dan tanaman yang rentan terhadap hyperhydricity pada media agar juga mendapatkan manfaat dari sistem ini, karena TIS memberikan lingkungan pertumbuhan yang lebih alami dengan aerasi periodik.

Selain produksi bibit, SETIS juga digunakan oleh institusi penelitian untuk:

  • Studi pertumbuhan tanaman dalam media cair

  • Produksi biomassa tanaman untuk ekstraksi metabolit sekunder

  • Pengembangan biofactory berbasis kultur jaringan

Platform SETIS yang diproduksi oleh perusahaan seperti Vervit dan didistribusikan oleh Duchefa juga dilengkapi dengan dukungan teknis lengkap, termasuk:

  • Air pump

  • Manifold sistem udara

  • Panduan protokol kultur untuk berbagai spesies tanaman

Secara keseluruhan, bioreaktor temporary immersion SETIS merupakan inovasi modern dalam teknologi kultur jaringan tanaman, yang memungkinkan laboratorium mencapai:

  • tingkat propagasi yang jauh lebih tinggi

  • kualitas tanaman yang lebih baik

  • efisiensi tenaga kerja yang signifikan

Banyak laboratorium mikropropagasi skala besar kini mulai mengadopsi sistem TIS seperti SETIS untuk memenuhi permintaan global terhadap bahan tanam berkualitas tinggi, sekaligus menjaga biaya produksi tetap kompetitif.

Katalog Produk